Saturday, November 21

a-r-g-h

Forget to uncheck some post, then i checked some junkies and deleted it.
Poof, some story just have gone. Im so sorry.

Bangkit. Ya.

*Prologue*
Jadi di suatu acara, pesta, atau mungkin lebih, di saat semua sedang senang. Malam inagurasi FKH 51 IPB. Ada photo booth. Dan semua orang sangat heboh dan sangat senang untuk foto bersama. Gue, gamau kalah, dengan pikiran sedikit miring, mau foto dengan gaya fenomenal. Handstand. Gue coba, gagal. Pose yang gue harapkan berakhir seperti sikap lilin yang patah. Antiklimaks. Dan rasa malu baru muncul setelah euforia acara hilang.

Not that kind of story that i want to share, dear.
Ini tentang belajar dari kegagalan. Ya. There are already really much quote about failures, faults, and mistakes. Kegagalan adalaha sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Kegagalan adalah buah dari kebodohan yang bersifat bodoh. Kegagalan sangat memalukan.

Itulah sebab banyak dari kita takut untuk mencoba. 

Saat kita takut mencoba, karena takut gagal, kita tidak mencoba hal (apapun) tersebut. Padahal, belum tentu kita gagal, isn't it?? Kita secara tidak langsung telah memberikan sinyal kepada pikiran tentang bagaimana tidak enaknya gagal, sehingga kita enggan mencoba. Bahkan lebih buruk lagi, sinyal tersebu kadang menjadi kenyataan yang tertunda bahwa kita akan benar-benar gagal. Kita bahkan lupa bahwa kita hanya dihadapkan dengan 2 pilihan hidup: sukses atau gagal. So, apa lagi yang perlu kita khawatirkan? Kalau kita coba, lalu gagal, COBA LAGI! Why not? Practice makes perfect! Apa yang salah dari sebuah kegagalan? Malu? Kenapa? Bukankah semua orang melakukan kesalahan? Don't try to be perfect at anything, cause you will never be. Kegagalan tidak lain hanyalah awal. Kita sendirilah yang berhak menentukan, apakah awal dari sebuah kemajuan, atau awal dari keburukan-keburukan yang lain. Takut untuk gagal merupakan sebuah penghalang besar kepada suatu impian besar. Seringkali ketakutan yang kita rasakan SANGAT TIDAK SEBANDING dengan impian besar yang menanti di akhir untuk kita realisasikan. Sebuah opini yang mungkin juga fakta, bahwa seringkali hal yang kita khawatirkan tidak pernah terjadi. Allah pasti menguji sesuai kemampuan kita.

Yakinlah kita bisa.

Telur Katak



Tuesday, April 7

Dewasa



Bismillahirrahmanirrahim

Being mature is not just a matter of time, but it's a choice"
            Menjadi dewasa bukanlah hanya sekedar tentang umur. Sikap, mental, jiwa, menjadi tolak ukur seberapa dewasanya seseorang. Menjadi dewasa bukan berarti berumur 30 tahun keatas, namun berjiwa dewasa berarti mampu mengendalikan diri dan bertindak penuh tanggung jawab. Bukanlah seseorang disebut dewasa jika dia bertindak tanpa pemikiran matang. Menjadi dewasa tidak berarti harus terlihat seperti orang tua, melainkan harus bisa menempatkan diri sesuai porsi yang ada. Dewasa bukanlah persoalan biologis, namun tentang psikologis.
            Siapa bilang menjadi dewasa melelahkan? Siapa bilang menjadi dewasa penuh persoalan? Siapa bilang menjadi dewasa menyeramkan? Menjadi dewasa adalah pilihan. Dan kitalah yang menentukan. Pantaskah kita menolak untuk menjadi dewasa? Secara alamiah, seseorang akan bergerak menuju puncak umurnya bersamaan dengan proses mendewasanya Pantaskah kita menolak untuk menjadi dewasa? Life must go on, that’s what people said. I said, life won’t stop. Realize! You are not what you were. Semua orang berubah. Apa jadinya jika seekor ulat menolak untuk menjadi kupu-kupu?
            Hiduplah penuh tanggung jawab. Menjadi dewasa menyenangkan. Carilah hal baru di dunia ini. Nikmatilah hidup sebagaimana mestinya. Kebanyakan orang mengeluh dan memikirkan tentang apa yang hilang dari mereka, bukan ada yang ada pada diri mereka. Bersyukurlah, itulah yang Allah senangi dari manusia. Bahagiakanlah orang di sekitar anda. Berjuanglah untuk orang lain. Berbaktilah pada bangsa, agama, dan orang tua.

Tantangan hadir pada orang yang dewasa. Begitu pula cinta.